Sri Wahyuni: Batik Bojonegoro Memiliki Identitas Kuat dan Potensi Besar

Turbonesia.id, BOJONEGORO – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, menghadiri pembukaan Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 yang digelar di Alun-Alun Bojonegoro, Rabu (17/6/2026) malam. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan terhadap upaya pelestarian budaya sekaligus penguatan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.

Festival yang mengusung tema “Wastrane Bojonegoro Membumi lan Ngamboro ing Bawono” tersebut menjadi ajang promosi batik khas Bojonegoro serta wadah bagi para perajin dan pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulannya kepada masyarakat.

Sri Wahyuni menilai batik tidak hanya memiliki nilai seni dan filosofi yang tinggi, tetapi juga berpotensi menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Menurutnya, kegiatan seperti Bojonegoro Wastra Batik Festival perlu terus didukung karena mampu memperluas pasar sekaligus meningkatkan kesejahteraan para perajin.

“Festival seperti ini menjadi wadah yang sangat baik untuk memperkenalkan batik khas Bojonegoro kepada masyarakat luas. Selain menjaga budaya, kegiatan ini juga memberikan manfaat ekonomi bagi para perajin dan pelaku UMKM,” ujar Sri Wahyuni usai menghadiri pembukaan festival.

Politikus Partai Demokrat tersebut juga mengapresiasi komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro yang secara konsisten memberikan ruang bagi para perajin untuk menampilkan karya terbaik mereka. Langkah tersebut dinilai penting dalam menjaga keberlangsungan industri batik serta meningkatkan daya saing produk lokal di tengah persaingan pasar yang semakin luas.

Menurut Sri Wahyuni, batik Bojonegoro memiliki ciri khas yang kuat karena motif-motifnya terinspirasi dari kekayaan alam dan budaya daerah. Keunikan tersebut menjadi identitas yang dapat memperkuat posisi batik Bojonegoro di tingkat nasional maupun internasional.

Ia juga menekankan pentingnya regenerasi perajin batik dengan melibatkan generasi muda dalam pengembangan industri kreatif berbasis budaya. Inovasi dan kreativitas, lanjutnya, menjadi faktor penting agar batik tetap diminati dan mampu mengikuti perkembangan zaman.

“Pelestarian budaya harus berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi. Ketika batik semakin dikenal dan memiliki nilai jual tinggi, maka manfaatnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya para perajin,” tegasnya.

Bojonegoro Wastra Batik Festival 2026 berlangsung hingga 20 Juni 2026 dengan menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari pameran batik, fashion show, workshop, hingga promosi produk ekonomi kreatif yang melibatkan perajin dan UMKM dari berbagai wilayah. Melalui festival ini, batik Bojonegoro diharapkan semakin dikenal sebagai identitas budaya daerah sekaligus produk unggulan yang mampu bersaing di pasar nasional maupun global.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *