Turbonesia.id, Bojonegoro – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Timur, Sri Wahyuni, menghadiri Tradisi Wiwit Massal Panen Raya yang digelar di Halaman Gubug Tani, Dusun Kendal, Desa Sidodadi, Kecamatan Sukosewu, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan yang diikuti para petani, tokoh masyarakat, dan unsur pemerintah tersebut menjadi momentum syukur atas hasil panen sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mendukung kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Bojonegoro.
Dalam kegiatan tersebut, Sri Wahyuni menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki peran strategis sebagai salah satu lumbung pangan nasional. Karena itu, berbagai upaya penguatan sektor pertanian harus terus dilakukan agar produktivitas dan kesejahteraan petani semakin meningkat.
Menurutnya, DPRD Jawa Timur berkomitmen mendorong program-program yang berpihak kepada petani, mulai dari peningkatan sarana dan prasarana pertanian, penguatan akses permodalan, hingga perlindungan hasil panen melalui kebijakan yang mendukung stabilitas harga.
“Jawa Timur merupakan salah satu penyangga ketahanan pangan nasional. Oleh karena itu, sektor pertanian harus terus kita perkuat agar petani semakin sejahtera dan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga ketersediaan pangan,” ujar Sri Wahyuni.
Politikus Partai Demokrat tersebut juga menyoroti pentingnya menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani. Menurutnya, hasil panen yang melimpah harus diiringi dengan harga jual yang menguntungkan sehingga petani dapat menikmati hasil jerih payahnya secara layak.
“Kita ingin petani tidak hanya berhasil saat panen, tetapi juga memperoleh harga yang baik. Stabilitas harga gabah menjadi faktor penting agar kesejahteraan petani terus meningkat,” tambahnya.
Selain membahas sektor pertanian, Sri Wahyuni mengapresiasi masyarakat Desa Sidodadi yang masih menjaga dan melestarikan tradisi Wiwit sebagai bagian dari kearifan lokal. Tradisi tersebut dinilai bukan hanya bentuk ungkapan syukur kepada Tuhan atas hasil panen, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan dan gotong royong masyarakat.
“Tradisi Wiwit adalah warisan budaya yang sangat baik. Selain sebagai ungkapan rasa syukur, kegiatan ini juga memperkuat nilai kebersamaan dan semangat gotong royong yang harus terus dijaga oleh generasi muda,” pesannya.
Melalui kegiatan Wiwit Massal Panen Raya ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, petani, dan masyarakat semakin kuat dalam mewujudkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro maupun Jawa Timur.(red)