Minggu (13/9/2026), sejumlah wisatawan terseret ombak di Pantai Jungwok, Jepitu, Girisubo, dan Pantai Baron, Kalurahan Kemadang, Kapanewon Tanjungsari, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Di Pantai Jungwok, empat orang wisatawan asal Surakarta dan Sukoharjo terseret ombak saat berfoto di atas bebatuan.
Kejadiannya sekitar pukul 10.00 WIB.
Empat korban yakni WI (39) warga Kratonan, Serengan, Surakarta, serta DK (31), MK (46), dan W (50), ketiganya warga Pongan Rt 004/Rw 005, Pondok, Grogol, Sukoharjo, terseret ke tengah laut setelah ombak besar datang menghempas.
Satu orang meninggal dunia dan tiga lainnya berhasil diselamatkan dalam kejadian tersebut.
Korban WI akhirnya meninggal dunia setelah terlalu banyak meminum air.
Sementara di Pantai Baron, S (12) dan P (13) pelajar asal Ceplukan, Wonorejo, Karanganyar, Jawa Tengah juga terseret ombak saat bermain air.
Beruntung, tim SAR yang berjaga di lokasi kejadian dengan sigap menyelamatkan kedua korban.
Petugas SAR berenang ke tengah laut dan berhasil membawa kedua korban ke pinggir dalam kondisi selamat.
Kedua korban hanya mengalami syok atas kejadian yang dialaminya.
Dikutip dari
Kompas.com
, Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi I Pantai Wediombo, Sunu Handoko Bayu Sagara, mengatakan, kejadian yang menimpa rombongan asal Jawa Tengah itu bermula saat para wisatawan tiba di Pantai Jungwok sekitar pukul 14.00 WIB.
Sesampai di pantai, sekitar tujuh wisatawan ingin berfoto di atas bebatuan yang memang pemandangannya indah.
Namun saat berfoto, muncul ombak besar yang langsung menyeret empat orang.
Keindahan bentang alam Pantai Jungwok di Girisubo, Gunungkidul, memang menyimpan potensi bahaya laut yang patut diwaspadai para pengunjung.
Area tebing karang terjal di sisi kanan dan kiri pantai sering kali memikat wisatawan untuk berswafoto maupun memancing.
Padahal, pijakan karang yang licin akibat lumut serta potensi hempasan ombak susulan Samudra Hindia yang mendadak naik tinggi bisa menyapu siapa saja di atasnya dan berujung fatal.
Selain ancaman tebing, perairan Pantai Jungwok juga memiliki bahaya terselubung berupa arus balik yang kuat (rip current) dan pusaran air di sekitar Pulau Karang (Batu Topi).
Meski ombak di tepian tampak tenang karena terhalang benteng karang alami, terdapat celah arus pipih yang mampu memicu daya tarik kuat ke arah laut lepas, khususnya saat transisi pasang surut.
Wisatawan pun diimbau keras untuk tidak berenang mendekati Batu Topi lantaran benturan gelombang di area tersebut menciptakan kedalaman ekstrem dan pusaran air yang tidak terprediksi.
“Kemudian 7 di antaranya berniat ingin berfoto di bebatuan, tiba – tiba datang ombak besar,” kata Sunu saat dihubungi wartawan melalui telepon, Minggu.
Petugas SAR yang berjaga di lokasi kejadian langsung melakukan upaya penyelamatan saat melihat empat wisatawan terseret ombak.
Mereka langsung berenang dan melemparkan tali trowing back ke arah korban.
“Petugas berhasil menarik korban kepinggir satu persatu sehingga keempat korban berhasil dibawa ke tepian,”jelasnya.
Salah satu korban, yakni WI berhasil ditarik ke pinggir dalam kondisi tidak sadarkan diri.
Petugas SAR kemudian langsung membawa korban ke Puskesmas Girisubo untuk mendapatkan penanganan medis.
Namun karena terlalu banyak menimum air, korban akhirnya tidak dapat diselamatkan.
“Karena 1 korban tidak sadarkan diri kemudian dilarikan ke Puskesmas Girisubo,” ucap Sunu.
“WI perempuan meninggal dunia karena terlalu banyak minum air,” lanjut dia.
Sementara itu Sekretaris Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah Operasi II Pantai Baron, Surisdiyanto mengatakan dua wisatawan yang terseret ombak di Pantai Baron merupakan warga Karanganyar.
Kejadian bermula saat kedua korban bermain air di sekitar sungai yang bermuara di Pantai Baron sekitar pukul 14.00 WIB.
Surisdiyanto menyebut, petugas sudah mengingatkan agar wisatawan tidak bermain air di area alur sungai yang mengarah langsung ke laut karena alur tersebut sangat berbahaya.
“Petugas sudah mengingatkan agar menjauhi area berbahaya. Namun, mereka tetap bermain di sana,” kata Suris saat dihubungi wartawan melalui telepon, Minggu.
Saat tengah berenang, tiba-tiba datang ombak besar yang langsung menyeret sejumlah wisatawan.
Dua wisatawan berhasil menyelamatkan diri dan dua lainnya yakni S dan P terseret ke tengah.
“Petugas kemudian berenang mengevakuasi kedua korban, dan berhasil diselamatkan,” kata Suris.
Dia mengatakan, keduanya lalu dibawa ke Posko Satlinmas Baron untuk mendapatkan perawatan pertolongan pertama akibat kondisinya yang lemas dan syok.
Setelah memastikan kondisi kedua korban sudah kembali stabil dan telah diserahkan kembali kepada pihak rombongan.
Adapun muara Pantai Baron memang menyimpan bahaya karena arus bawahnya yang cukup deras.
Muara ini memang menawarkan pemandangan yang sangat indah.
Aliran airnya menawarkan keunikan berupa alir sungai bawah tanah yang bermuara langsung ke laut lepas.
Diapit tebing kapur tinggi, titik pertemuan air tawar yang jernih dan air laut ini kerap menjadi lokasi favorit wisatawan untuk bermain air karena permukaan ombak di dalam teluk cenderung terlihat lebih tenang dibandingkan perairan terbuka.
Namun, di balik permukaannya yang tampak tenang, muara Pantai Baron menyimpan ancaman bahaya terselubung yang patut diwaspadai pengunjung.
Perbedaan massa air dan kontur dasar pasir yang dinamis kerap memicu arus bawah (undercurrent) serta perubahan kedalaman secara mendadak.
Selain itu, potensi luapan banjir kiriman sungai bawah tanah saat musim hujan hingga pusaran air di mulut muara dapat menyeret wisatawan ke tengah laut, sehingga imbauan batas aman dari petugas SAR Linmas wajib dipatuhi. (*)