Kisah Banjir Reje Payung Bawa Mahasiswi IAIN Takengon Juara II Nasional Pordisnas 2026

Mahasiswi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh, Nadia Mahara berhasil meraih Juara II cabang lomba Cerita Inspiratif dalam ajang Pekan Olahraga Seni dan Diskusi Ilmiah Nasional (Pordisnas) 2026.

Even tersebut diselenggarakan oleh Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau pada 15–18 Juni 2026.

Nadia mengangkat kisah nyata bencana banjir yang melanda kabupaten Aceh Tengah di Desa Reje Payung, kecamatan Linge pada 2025 sebagai bahan naskah ceritanya.

Ia menceritakan realita yang dihadapi warga desa tersebut sekaligus kekuatan dan ketabahan masyarakat dalam menghadapi ujian berat itu.

Pengalaman pribadi sebagai relawan di lokasi bencana menjadi sumber inspirasi utama Nadia dalam menulis kisah tersebut.

“Saya sangat salut dengan masyarakat Desa Reje Payung.

Ketika saya menjadi relawan di sana, air mata tiada henti merasakan langsung keadaan di lapangan.

Namun semangat masyarakatlah yang membuat mereka bertahan hingga saat ini,” ujar mahasiswi Pariwisata Syariah semester 8 itu.

Nadia menilai kisah kekompakan dan semangat kekeluargaan warga Desa Reje Payung dalam menyambut para relawan ditengah bencana sangat menginspirasi banyak orang dalam menghadapi cobaan.

Pordisnas merupakan even tahunan yang digelar UIN Suska Riau dan diikuti mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.

Seperti, Bengkulu, Kepulauan Riau, Bengkalis, Magelang, dan sejumlah kampus lainnya.

Seleksi Online

Untuk cabang Cerita Inspiratif, peserta terlebih dahulu mengikuti seleksi online berupa penilaian naskah cerita.

Peserta yang dinyatakan lolos kemudian bertanding langsung sebagai finalis di kampus UIN Suska Riau pada tahap offline untuk memperebutkan gelar juara.

Adapun Juara 1 diraih oleh Akhiri Syakban dari IAIN Datok Laksamana Bengkalis, dan Juara 3 Niken Windari juga dari IAIN Datok Laksamana Bengkalis.

Nadia: Penghargaan Ini Milik Seluruh Masyarakat Desa Reje Payung

Nadia menegaskan penghargaan ini bukan semata miliknya, melainkan milik seluruh masyarakat Desa Reje Payung yang telah mengajarkannya arti ketangguhan sesungguhnya.

“Juara ini saya persembahkan untuk masyarakat Desa Reje Payung. Merekalah pahlawan sesungguhnya, dan saya hanya menyuarakan kisah mereka agar dunia tahu,” tegasnya kepada , Sabtu (20/6/2026).

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kelembagaan di IAIN Takengon, Dr Al Musanna MAg menyampaikan kebanggaan dan apresiasi yang sebesar-besarnya atas prestasi yang diraih Nadia di ajang Pordisnas 2026.

Menurutnya, pencapaian tersebut membuktikan bahwa mahasiswa IAIN Takengon memiliki kemampuan dan mental yang kuat untuk bersaing di tingkat nasional.

“Kami sangat bangga dan mengapresiasi prestasi yang diraih Nadia.

Kisah dari daerah kita sendiri ternyata mampu menyentuh hati dan diakui di level nasional.

Ini harus menjadi motivasi bagi seluruh mahasiswa IAIN Takengon untuk terus berkarya, berani tampil, dan tidak ragu berkompetisi di luar daerah,” ujar Almusanan.

Ia menambahkan, pihak kampus berkomitmen untuk terus mendukung dan memfasilitasi mahasiswa dalam mengikuti berbagai ajang kompetisi.

Baik di tingkat nasional maupun internasional, sebagai bagian dari upaya mencetak generasi yang unggul dan berdaya saing tinggi.

(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *