Turbonesia.id – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur mendorong adanya langkah lanjutan dan berkesinambungan dalam menangani persoalan anak tidak sekolah (ATS) di daerah. Dorongan tersebut disampaikan Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, menanggapi capaian Program Gerakan Pengurangan Anak Tidak Sekolah (GP-ATS) di Kabupaten Bojonegoro.
Sri Wahyuni menilai hasil yang dicapai melalui program tersebut menunjukkan perkembangan positif. “Capaian ini menjadi kabar baik sekaligus bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat melalui Program GP-ATS mulai membuahkan hasil,” ujarnya.
Meski demikian, ia menekankan bahwa keberhasilan tersebut perlu diikuti dengan strategi lanjutan yang lebih komprehensif. Menurutnya, penanganan anak tidak sekolah tidak cukup hanya mengembalikan mereka ke bangku pendidikan, tetapi juga memastikan keberlanjutan pendampingan agar anak-anak tersebut tidak kembali putus sekolah.
Ia juga mendorong penguatan peran keluarga, sekolah, dan masyarakat, serta penyediaan jalur pendidikan alternatif, termasuk pendidikan kesetaraan. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjangkau anak-anak yang memiliki hambatan ekonomi maupun sosial.
Program GP-ATS sebelumnya berhasil menarik ribuan anak kembali mengakses pendidikan formal dan nonformal. Namun, hasil verifikasi terbaru masih menunjukkan adanya anak yang belum bersekolah, sehingga diperlukan sinergi lintas sektor agar seluruh anak memperoleh hak pendidikan secara optimal.(red)