Sri Wahyuni Tekankan Kewaspadaan Rasional dalam Menghadapi Ancaman Super Flu di Jatim

Turbonesia.id, – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat sistem surveilans kesehatan serta meningkatkan kesiapsiagaan fasilitas layanan medis dalam menghadapi potensi ancaman Super Flu di wilayah Jawa Timur.

Dorongan tersebut disampaikan menyusul munculnya kewaspadaan terhadap Super Flu atau Influenza A (H3N2) subclade K di Jawa Timur. Menanggapi kondisi tersebut, Sri Wahyuni meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh kepanikan massal yang tidak berdasar.

Politikus Partai Demokrat yang memiliki pengalaman lebih dari dua dekade di bidang kesehatan itu menegaskan bahwa penanganan ancaman varian baru penyakit harus mengedepankan kewaspadaan berbasis data dan informasi resmi, bukan spekulasi yang berkembang di media sosial. Ia mengajak masyarakat menyikapi isu kesehatan secara rasional dan bertanggung jawab.

“Sebagai wakil rakyat, saya mengajak masyarakat Jawa Timur untuk tetap waspada namun tidak panik. Setiap isu kesehatan harus disikapi secara rasional dan mengacu pada data resmi,” ujar Sri Wahyuni. Selasa (6/1/2026).

Sri Wahyuni menilai pengalaman menghadapi pandemi sebelumnya menjadi pembelajaran penting bagi semua pihak. Menurutnya, langkah pencegahan dasar tetap menjadi cara paling efektif untuk menekan potensi penularan penyakit. Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), menjaga daya tahan tubuh, serta menerapkan etika batuk dan bersin dinilai cukup efektif jika dilakukan secara konsisten.

Selain memberikan imbauan kepada masyarakat, DPRD Jawa Timur juga menekankan tanggung jawab pemerintah daerah, khususnya Pemprov Jawa Timur dan Dinas Kesehatan, untuk memperkuat sistem pemantauan kesehatan di seluruh daerah. Kesiapan fasilitas medis dan perlindungan tenaga kesehatan turut menjadi perhatian utama agar layanan kesehatan tetap berjalan optimal.

Sri Wahyuni juga menyoroti pentingnya dukungan maksimal bagi tenaga kesehatan sebagai garda terdepan, baik dari sisi sarana prasarana maupun perlindungan kerja, guna memastikan sistem kesehatan daerah tetap tangguh dan responsif.

Di akhir pernyataannya, ia mengingatkan masyarakat agar selektif dalam menerima informasi serta hanya mempercayai sumber resmi dari pemerintah atau tenaga medis yang kompeten. Dengan kolaborasi antara pemerintah yang sigap dan masyarakat yang disiplin, ia optimistis Jawa Timur mampu menghadapi tantangan kesehatan ini dengan baik.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *