Jalan Sehat Alumni Warnai Harlah YPPRT, Sri Wahyuni Sampaikan Harapan di Usia Emas Pesantren

Turbonesia.id, – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jawa Timur, Sri Wahyuni, turut memeriahkan peringatan Hari Lahir (Harlah) Yayasan Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin (YPPRT) yang digelar di lingkungan MA Islamiyah Balen, Kabupaten Bojonegoro, Minggu (18/1/2026). Kegiatan tersebut berlangsung meriah dengan rangkaian acara religius, silaturahmi alumni, serta jalan sehat bersama yang diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Peringatan harlah YPPRT ini menjadi momentum penting bagi keluarga besar pesantren, mulai dari pengasuh, dewan guru, santri, alumni, hingga masyarakat sekitar. Kehadiran Sri Wahyuni sebagai Wakil Ketua DPRD Jawa Timur sekaligus alumni pesantren menambah semarak acara dan menjadi bentuk dukungan nyata terhadap eksistensi serta peran strategis pesantren dalam membangun sumber daya manusia yang berakhlak mulia.

Acara dimulai sejak pagi hari dengan kegiatan jalan sehat yang mengambil rute di sekitar lingkungan MA Islamiyah Balen. Jalan sehat tersebut diikuti oleh para alumni YPPRT lintas angkatan, santri aktif, wali santri, serta masyarakat umum. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan sangat terasa, mencerminkan kuatnya ikatan emosional antara pesantren dan para alumninya.

Dalam sambutannya, Sri Wahyuni menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya terhadap Yayasan Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin yang telah berkiprah selama puluhan tahun dalam dunia pendidikan Islam. Menurutnya, YPPRT bukan hanya menjadi lembaga pendidikan, tetapi juga pusat pembentukan karakter dan moral generasi muda.

“Di usia emas ini, saya berharap Yayasan Pondok Pesantren Roudlotut Tholibin senantiasa istiqomah dalam menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin. Pesantren harus terus menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi yang berakhlakul karimah, berilmu, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ujar Sri Wahyuni di hadapan para peserta acara.

Ia menambahkan bahwa pesantren memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi emas Indonesia. Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks membutuhkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan moral.

“Dari pesantren inilah diharapkan lahir generasi emas yang kelak mampu berkontribusi nyata bagi kemaslahatan umat, bangsa, dan negara. Santri harus percaya diri, adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap berpegang teguh pada nilai-nilai keislaman dan budaya luhur bangsa,” imbuhnya.

Selain itu, Sri Wahyuni juga menekankan pentingnya menjaga persatuan dan ukhuwah Islamiyah, baik di lingkungan pesantren maupun di tengah masyarakat. Ia mengapresiasi kegiatan jalan sehat bersama alumni sebagai simbol kebersamaan, kekompakan, dan semangat gotong royong yang perlu terus dirawat.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *