Memasuki musim Fall/Winter 2026, VIVAIA kembali mengeksplorasi dunia
footwear
lewat koleksi terbarunya, RE:WORK. Sesuai namanya, koleksi ini hadir dengan pendekatan baru terhadap sepatu kerja perempuan yang lebih modern,
versatile
, dan tentunya tetap mengutamakan kenyamanan yang menjadi ciri khas VIVAIA.
Diluncurkan pada 16 September 2026, RE:WORK menjadi koleksi pertama VIVAIA di bawah arahan kreatif Alan Buanne sejak dirinya ditunjuk sebagai Creative Director pada 2025. Lewat koleksi ini, Buanne membawa perspektif yang lebih kuat ke dalam desain VIVAIA, tanpa mengesampingkan aspek
comfort
yang selama ini menjadi DNA.
Terinspirasi dari penggunaan kata “RE:” dalam email yang berarti “reply” atau “regarding”, RE:WORK bermain dengan gagasan tentang bagaimana
wardrobe
untuk bekerja bisa dipikirkan kembali.
Koleksinya mencakup berbagai model, mulai dari
loafers, clogs, sneakerinas, slingbacks, heels,
hingga
boots.
Siluet yang familiar tersebut kemudian diolah lewat permainan bentuk, material, tekstur, dan pilihan warna yang lebih fresh.
Bagi Buanne, cara perempuan berpakaian untuk bekerja juga sudah banyak berubah. Rutinitas kerja sekarang nggak lagi selalu berarti duduk di kantor dari pagi sampai sore. Ada perjalanan ke kantor,
meeting, business trip
, bekerja dari rumah, sampai agenda setelah jam kerja.
Karena itu, konsep “sepatu kantor” pun menurutnya nggak harus selalu identik dengan satu model yang formal.
“There isn’t one uniform for work anymore,”
ujar Buanne.
Balance
antara
fashion
dan
functionality
terasa di berbagai model dalam koleksi ini. Beberapa desain yang menjadi bagian dari RE:WORK antara lain:
-
Round-Toe Clog Mules (Buna) hadir sebagai s
lip-on clog mule
dengan
cushioned footbed, toe box
berukuran 97 mm yang lebih
roomy
, serta
anti-slip outsole.
Model ini juga
machine-washable
dan cocok dipakai untuk WFH maupun hari kerja yang lebih santai. -
Pointed-Toe Slingback Heels (Addison) memadukan
pointed toe
dengan
slingback
yang
sleek
. Dilengkapi
cushioned insole
sehingga tetap nyaman digunakan dari pagi hingga malam. -
Velvet Whipstitched Kitten Heels (Scarlett) tampil dengan material
recycled velvet
yang memberikan tekstur
rich
khas musim Fall/Winter.
Pointed toe
-nya membantu menciptakan siluet kaki yang lebih panjang, sementara bagian
toe box
dirancang agar tetap nyaman digunakan sepanjang hari.
Selain RE:WORK, VIVAIA juga memperkenalkan lini desain The Other Side of Nature yang masih menjadi bagian dari koleksi FW26. Kali ini, Buanne menghadirkan interpretasi alam yang lebih gelap, ekspresif, sekaligus sedikit
nostalgic
.
Alih-alih mengambil inspirasi dari alam ketika sedang berada dalam kondisi penuh bunga dan warna, lini ini melihat sisi lain dari siklus alam ketika tanaman mulai memudar, berubah, kemudian kembali tumbuh.
Elemen
botanical
dituangkan melalui
hand-drawn embroidery
yang menampilkan bentuk batang, daun, dan elemen organik lainnya di atas material
velvet
.
Menurut Buanne, konsep The Other Side of Nature juga berbicara soal perubahan perspektif. Sesuatu yang awalnya terlihat muram belum tentu kehilangan keindahannya. Ide tersebut sengaja dibuat terbuka agar setiap orang bisa memaknai sendiri apa arti “the other side” bagi mereka.
Lini ini hadir lewat beberapa model seperti Jazura Mini Square-Toe Velvet Flat, Laban Velvet Casual Sneaker, dan Errai Pointed-Toe Velvet Ankle Heel Boot. Ketiganya membawa bahasa desain yang sama melalui kombinasi
embroidery
dan
velvet
dalam bentuk
flat shoes, sneakers,
hingga
ankle boots.
Lewat RE:WORK, VIVAIA seolah ingin menunjukkan kalau sepatu yang nyaman nggak harus terlihat
basic
, dan sepatu yang
stylish
juga nggak harus bikin kaki tersiksa.
Di bawah arahan Alan Buanne, koleksi FW26 ini menawarkan cara baru melihat
workwear footwear
yang lebih fleksibel, lebih personal, dan mengikuti ritme kehidupan perempuan modern yang nggak selalu berjalan dari meja kantor ke
meeting room
saja.
VIVAIA Hadirkan Flagship Store Pertamanya di Pondok Indah Mall 2
VIVAIA Mary Jane dan Sneakerina, Favorit Para Seleb It Girl
21 Merek Sepatu Branded Terbaik dan Jadi Favorit di Indonesia