Doa Perlindungan dari Orang Jahat dan Cobaan Berat


Ringkasan Berita:

  • Islam mengajarkan umatnya untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari orang jahat, orang zalim, dan berbagai keburukan melalui doa-doa yang terdapat dalam Al-Qur’an dan hadis.
  • Di antaranya adalah doa Nabi Musa dalam QS. Al-Qashash: 21, doa dalam QS. Al-Mu’minun: 94, serta doa Rasulullah SAW berlindung dari cobaan, kesengsaraan, dan keburukan.
  • Selain berdoa, umat Islam juga dianjurkan mewaspadai sifat-sifat tercela yang dapat mendorong seseorang berbuat buruk kepada orang lain.



Setiap orang tentu ingin hidup dengan tenang, aman, dan terhindar dari gangguan orang-orang yang berniat buruk.

Dalam kehidupan sehari-hari, tidak jarang seseorang menghadapi fitnah, hasad, permusuhan, maupun tindakan zalim yang dapat menimbulkan kesedihan dan kesulitan.

Islam mengajarkan umatnya untuk tidak hanya berikhtiar menjaga diri, tetapi juga memohon perlindungan kepada Allah SWT melalui doa-doa yang diajarkan dalam Al-Qur’an dan sunnah.

Allah SWT berfirman,

“Dan barang siapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya”

(QS. At-Talaq: 3).

Rasulullah SAW juga mengajarkan umatnya agar senantiasa berlindung kepada Allah dari berbagai keburukan yang dapat menimpa diri dan keluarga.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah SAW biasa berdoa:

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya cobaan, kesengsaraan yang menyusahkan, takdir yang buruk, dan kegembiraan musuh atas musibah yang menimpaku”

(HR. Bukhari dan Muslim).

Mengutip

Quran Kementerian Agama

dan

Kitab Doa Harian Rasulullah

oleh A.R. Shohibul Ulum, berikut ayat yang dapat dibaca untuk memohon agar dijauhkan dari orang jahat.

Doa agar Dijauhkan dari Orang Jahat

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلَاءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الْأَعْدَاءِ


Allahumma inni a’ūdzu bika min jahdil-balā’, wa darakis-syaqā’, wa sū’il-qadhā’, wa syamātatil-a’dā’.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari beratnya cobaan, kesengsaraan yang menyusahkan, takdir yang buruk, dan kegembiraan musuh atas musibah yang menimpaku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Doa agar Dijauhkan dari Orang Zalim

رَبِّ نَجِّنِي مِنَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ


Rabbi najjinii minal-qawmizh-zhaalimiin

Artinya: “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dari orang-orang yang zalim itu.” (QS. Al-Qashash [28]: 21)

رَبِّ فَلَا تَجْعَلْنِي فِي الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ


Rabbi falaa taj’alnii fil-qawmizh-zhaalimiin

Artinya: “Ya Tuhanku, maka janganlah Engkau jadikan aku berada di antara orang-orang yang zalim.” (QS. Al-Mu’minun [23]: 94)

Doa Rasulullah Berlindung dari Keburukan

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ وَمِنْ شَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلْ


Allahumma inni a’ūdzu bika min syarri mā ‘amiltu wa min syarri mā lam a’mal.

Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari keburukan yang telah aku lakukan dan dari keburukan yang belum aku lakukan.” (HR. Muslim)

Doa Mohon Perlindungan dari Orang Zalim

رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ


Rabbanaa laa taj’alnaa ma’al-qawmizh-zhaalimiin

Artinya: “Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu.” (QS. Al-A’raf [7]: 47)

Sifat Tercela Menurut Islam

Sifat tercela dapat mendorong seseorang melakukan hal buruk kepada orang lain.

Untuk itu, setiap orang perlu waspada dengan orang-orang yang memiliki sifat tercela.

Mengutip laman Kementerian Agama Sumatera Selatan, berikut beberapa sifat mazmumah atau sifat tercela dalam pandangan Islam.

1. Berkata yang Sia-sia

Manusia yang gemar berkata sia-sia adalah mereka yang senang membual, mencaci orang, memfitnah, dan perkataan lain yang tidak memiliki faedah.


“Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah, berbuat makruf, atau mengadakan perdamaian di antara manusia. Barang siapa berbuat demikian karena mencari keridaan Allah, kelak Kami akan memberinya pahala yang besar.”

(QS. An-Nisa [4]: 114)

2. Mudah Marah

Orang yang mudah marah biasanya kurang memiliki kesabaran dalam menghadapi berbagai keadaan.

Orang yang demikian selalu mudah didorong oleh setan yang ingin merusak imannya dan melakukan hal buruk.

3. Hasad

Hasad yaitu perasaan iri dengki atau merasa tidak senang ketika orang lain mendapat nikmat dan berharap nikmat itu hilang dari orang tersebut.

Rasulullah SAW bersabda:

“Jauhilah hasad. Hasad itu memakan (memusnahkan) kebaikan sebagaimana api memakan (membakar) kayu.”

(HR. Abu Daud)

4. Takabur

Takabur yaitu rasa sombong atau berbangga diri berlebihan dan menganggap orang lain rendah.

Ada banyak hal yang dapat menyebabkan kesombongan, seperti nasab keturunan, jabatan, kekayaan, ilmu, dll.

5. Riya

Riya yaitu perbuatan melakukan atau memperlihatkan amal ibadah atau hal lain agar dilihat, dipuji, atau dikagumi orang lain.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan atas kalian adalah syirik kecil.” Para sahabat bertanya, “Apakah syirik kecil itu?” Beliau menjawab, “Riya.”

(HR. Musnad Ahmad)

6. Ujub

Ujub yaitu merasa kagum, bangga, atau puas terhadap diri sendiri dan amal yang dimiliki, sehingga lupa bahwa semua itu adalah karunia Allah.



(/Yunita Rahmayanti)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *