Ringkasan Berita:
- Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2026 di Desa Dodinga, Halmahera Barat, untuk pertama kalinya digelar bersamaan dengan Tabligh Akbar dan doa bersama menyambut 1 Muharram 1448 H.
- FTJ ke-17 yang masuk Kharisma Event Nusantara (KEN) ini juga mengusung konsep Kampung Wallace sebagai kawasan wisata berbasis sejarah, budaya, dan konservasi.
- Pemerintah daerah menekankan FTJ sebagai sarana memperkuat nilai spiritual, persatuan masyarakat, sekaligus promosi pariwisata Halmahera Barat.
, JAILOLO –
Festival Teluk Jailolo (FTJ) 2026 hadir dengan nuansa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Untuk pertama kalinya, perhelatan budaya tahunan ini dirangkaikan dengan Tabligh Akbar dan Doa Bersama dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.
FTJ ke-17 tersebut dipusatkan di Desa Dodinga, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat, dengan mengusung tema
“Cultural Heritage Collaboration for Upscale Tourism”.
Festival Teluk Jailolo juga menjadi bagian dari Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Seluruh rangkaian kegiatan dipusatkan di Desa Dodinga, yang pada momentum tersebut sekaligus dicanangkan sebagai Kampung Wallace, yakni kawasan wisata edukatif berbasis sejarah, ilmu pengetahuan, budaya, dan konservasi lingkungan.
Kegiatan Tabligh Akbar dan Doa Bersama menghadirkan penceramah KH M. Rusli Amin, serta dimeriahkan penampilan pelantun qasidah “Bang-Bang”, Nurwahida M. Djae, dan pelantun qasidah “Cinta Itola”, Rajilun Muksin.
Bupati Halmahera Barat, James Uang, dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Pemkab Halbar Bidang Hukum dan Politik, Hi Imrat Idrus, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda seremonial menjelang pelaksanaan festival, melainkan momentum memperkuat nilai spiritual, persaudaraan, dan kebersamaan masyarakat.
Menurutnya, doa bersama menjadi ruang untuk menumbuhkan rasa syukur atas berbagai anugerah yang dimiliki daerah sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Festival bukan hanya menjadi ajang hiburan dan promosi pariwisata, tetapi juga momentum memperkuat nilai spiritual, persaudaraan, kebersamaan, serta rasa syukur atas segala anugerah yang diberikan Tuhan kepada daerah yang kita cintai ini,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pelaksanaan doa bersama memiliki makna strategis karena menjadi bentuk ikhtiar kolektif masyarakat dalam memohon kelancaran seluruh rangkaian kegiatan Festival Teluk Jailolo.
Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi wadah memperkuat semangat persatuan dan menjaga stabilitas sosial yang menjadi fondasi penting dalam pembangunan daerah.
“Melalui doa bersama ini, kita memohon kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar pelaksanaan Festival Teluk Jailolo berjalan aman, lancar, sukses, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Halmahera Barat.”
“Kita juga berdoa agar daerah kita senantiasa diberikan kedamaian, kemajuan, kesejahteraan, serta dijauhkan dari segala bentuk bencana maupun perpecahan,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati menilai Festival Teluk Jailolo telah menjadi salah satu identitas penting daerah yang berperan memperkenalkan potensi Halmahera Barat kepada masyarakat luas.
Festival tersebut menjadi media promosi yang mengintegrasikan kekayaan budaya, keindahan alam, serta keramahan masyarakat sebagai daya tarik utama pengembangan sektor pariwisata berbasis kearifan lokal.
“Festival Teluk Jailolo merupakan kebanggaan masyarakat Halmahera Barat. FTJ adalah wadah untuk memperkenalkan kekayaan budaya, keindahan alam, serta keramahan masyarakat kepada dunia.”
“Karena itu, saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi tuan rumah yang baik dengan menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban selama kegiatan berlangsung,” tuturnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus memelihara semangat persatuan, gotong royong, dan toleransi sebagai modal sosial dalam mendukung pembangunan daerah.
Menurutnya, keberagaman yang dimiliki Halmahera Barat harus menjadi kekuatan yang mendorong terciptanya daerah yang lebih maju, harmonis, dan sejahtera.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini.”
“Semoga doa dan zikir yang kita panjatkan malam ini dikabulkan Tuhan Yang Maha Esa serta membawa keberkahan bagi daerah dan seluruh masyarakat Halmahera Barat,” pungkasnya. (*)