Sri Wahyuni Tampung Aspirasi Warga Ngaglik Kasiman, Fokus Infrastruktur dan Pendidikan

Turbonesia.id, – Wakil Ketua DPRD Jawa Timur, Sri Wahyuni, menyerap aspirasi masyarakat Desa Ngaglik, Kecamatan Kasiman, Kabupaten Bojonegoro, dalam kegiatan reses yang digelar di Ruang Serba Guna Desa Ngaglik, Rabu (11/2/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Ngaglik, tokoh masyarakat, serta Ketua DPC Partai Demokrat Bojonegoro, Sukur Priyanto, yang turut menjadi narasumber dalam dialog bersama warga.

Dalam sambutannya, Sri Wahyuni menegaskan bahwa kegiatan serap aspirasi menjadi bagian penting tugas legislator untuk memastikan kebutuhan masyarakat dapat diperjuangkan dalam pembahasan kebijakan dan anggaran di tingkat provinsi.

Memasuki sesi tanya jawab, warga menyampaikan berbagai usulan. Di antaranya bantuan pembangunan atap lapangan voli, pembangunan drainase sepanjang jalan raya desa, pembangunan pagar SMAN 1 Malo, pemasangan pelindung sungai di SMAN Kasiman guna menanggulangi longsor, pembangunan jembatan penghubung Desa Kasiman dengan Biting, serta pembangunan saluran irigasi RT 3 RW 4.

Selain infrastruktur, warga juga mengusulkan bantuan bibit gratis untuk petani jagung dan padi, perhatian terhadap bertambahnya jumlah keluarga miskin termasuk pengurangan pajak bagi keluarga menengah ke bawah, serta persoalan penurunan TKD. Aspirasi lainnya datang dari pendidik KB dan SPS yang meminta dukungan penyetaraan status pendidikan nonformal menjadi formal serta peningkatan insentif dari Rp500 ribu menjadi Rp800 ribu agar tidak bergantung pada dana desa.

Menanggapi hal tersebut, Sri Wahyuni menyampaikan bahwa seluruh usulan akan dicatat dan diprioritaskan sesuai kewenangan pemerintah provinsi.

“Untuk pembangunan drainase, jembatan, dan pelindung sungai, kami akan berkoordinasi dengan dinas terkait agar bisa masuk dalam perencanaan anggaran provinsi. Begitu pula pagar sekolah dan sarana olahraga, akan kami komunikasikan dengan dinas pendidikan,” ujarnya.

Terkait pertanian, ia mendukung program bantuan bibit dan penguatan irigasi sebagai upaya meningkatkan produktivitas petani. Sementara mengenai insentif pendidik dan penyetaraan status lembaga pendidikan, Sri Wahyuni berjanji akan memperjuangkannya melalui pembahasan kebijakan pendidikan di DPRD Jatim.

“Kami memahami kondisi ekonomi masyarakat. Soal pajak dan bantuan sosial tentu akan kami sampaikan kepada pemerintah daerah agar ada kebijakan yang berpihak pada warga kurang mampu,” tambahnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Selain dialog, acara juga diisi dengan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial.

Melalui kegiatan ini, Sri Wahyuni berharap aspirasi masyarakat Ngaglik dan Kasiman dapat segera ditindaklanjuti demi mendorong pembangunan dan kesejahteraan warga Bojonegoro.(red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *